Wednesday, September 7, 2016

Iket Sunda

 
Saya sudah 6 tahun jual iket sunda. Pernah ada teteh teteh yang beli iket nanya sama saya "Kang, gosipnya, para penjual Iket Sunda ini bukan Muslim ya, tapi pengikut Sunda Wiwitan yang ingin menyebarkan kepercayaannya?" Saya rada sedih, saya jawab "Saya juga sudah dengar itu, Teh." "Tapi saya mah biarin saja. Mereka yang menuduh kami juga belum tentu Muslim sejati di mata Allah SWT kok. Kalau mengaku Muslim tapi masih tuduh sana tuduh sini dan merasa paling tau, paling pinter dan paling benar sendiri mah bukan Muslim atuh. Muslim yang bener mah yang hubungannya langsung ke Tuhan dan baik ke sesama manusia, bukan nyakitin hati manusia lain dengan merasa Islamnya yang sudah paling benar," "Mangga wae kami mau dituduh Sunda Wiwitan juga da bukan urusan manehna. Ini mah urusan saya jeung Gusti Allah. Gusti Allah yang tau kapan saya Shalat, kapan saya sedekah, kapan saya jahatin orang. Gusti Allah yang menentukan apa saya Muslim atau tidak nanti di akhirat," "Budaya Sunda sudah ada jauh sebelum Islam datang dan selama tidak ada fatwa dari Ulama bahwa Iket itu haram, saya akan tetap berjualan Iket Sunda." Si teteh manggut mangut terus nanya lagi "Kalau diharamkan?" Saya jawab sambil seuri, "Ya tetep jualan Iket, kecuali ada yang modalin jualan Peci."

No comments:

Post a Comment