Wednesday, September 7, 2016

Abang Penambal Ban

Istri Abang sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena sakit. Sejak itu Abang mengurusi 4 orang anak seorang diri. Berasal dari Medan, tapi semua anak Abang besarkan di Bandung.
Sempat jadi supir angkot, kini Abang buka usaha tambal ban. Anak pertama Abang sudah menikah, yang kedua sedang bekerja di Jerman, yang ketiga sedang kuliah di Amikom dan yang terakhir, tahun ini masuk kuliah.
Hobby membaca buku dimulai saat anak Abang yang di Jerman berkata "Bapak, buku itu buatan orang pintar, pemikiran orang pintar itu dituangkan di dalam buku." Abang berpikir, "Pantaslah aku tidak bikin buku, karena aku tidak pintar." Setiap hari Abang sempatkan untuk baca buku. Banyak pelajaran yang diperoleh dari membaca. Satu yang selalu Abang ingat yaitu "jangan sesali apa yang tidak bisa kamu ulangi, dan nikmati apa yang sedang kamu jalani." Makanya tambal ban ini Abang anggap mainan, dengan begitu Abang bisa menikmati hidup, tidak berlarut larut dalam pikiran rumit dan ribet.

No comments:

Post a Comment