Wednesday, March 30, 2016

Ritual Barodak, Salah Satu Proses Perkawinan Sumbawa

Barodak adalah tradisi luluran dan mewarnai tangan. Kata Barodak diambil dari kata 'Odak' yang berarti Lulur. Ritual Barodak ini biasanya dilakukan setelah didahului berbagai prosesi perkawinan lainnya seperti Bajajak (menjajaki), Bakatoan (Melamar), Basaputis (Menetapkan hari baik), Bada (pemberitahuan), dan Nyorong (Antaran) . Kemudian setelah Barodak, dilanjutkan dengan acara Nikah (menikah), Rame Mesa (Meramaikan ditempat acara) dan Tokal Basai (resepsi).

Rangkaian tahapan ini, hampir utuh dijalani oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa sejak berpuluh tahun lamanya. Di dalamnya juga termasuk ritual Maning Pengantan (Memandikan Kedua Calon Pengantin) yang dilakukan oleh ‘Ina Odak’ (Juru Lulur) untuk mengawali seluruh prosesi barodak.

Bagi Tau Samawa (Orang Sumbawa) Barodak memiliki filosofis tersendiri. Misalnya, setiap perlengkapan odak, yaitu bedak tradisional Sumbawa yang terbuat dari buah Binang atau belimbing wuluh, Daun sirih, Beras yang digiling dan diramu menjadi satu. Kesemuanya itu menurut warga Sumbawa melambang keihlasan kesatuan hati dan tekad.





Topat

pengantin atau calon pengantin, akan diberi makan
nasi empat warna yang terbuat dari beras ketan putih dan hitam yakni, hitam, putih, kuning dan merah yang disebut melege dibuat dalam tumpeng kecil-kecil. Tumpeng melege warna-warni yang di atasnya telur yang direbus utuh ini masing-masing diambil sedikit untuk dimakan. Nama nasi tumpeng kecil ini dalam adat samawa yaitu “me Rasul. Cara me rasul di hidangkan yaitu tumpeng melge di letakkan di nampan besar yang telah dihias dan di alasi daun pisang. Disekeliling tumpeng melege diletakkan kiping, pesar (petikal), bte’, dan topat serta dadar telur sebagai pemisahnya. Dadar telur juga diletakkan di tumpeng melge yang di gunting kira-kira 1 cm dan cara meletakkan dari bawah ke atas hingga membentuk sebuah garis yang dibuat sebanyak 5 garis.

Penyajian juga di peruntukkan pada tamu undangan tetapi tidak dalam bentuk nasi tumpeng melainkan melege hanya di letakkan di piring dan disertai juga dengan kiping, pesar (petikal), bte’ dan topat. Tujuannya sebagai obat agar calon pengantin kelak menjadi keluarga samawa (sakinah, mawaddah, warahmah) yang bersatu selamanya layak melge, kiping, pesar, topat yang disajikan bersama dalam satu piring.
 





Melege
Sebelum acara inti Barodak, pengantin atau calon pengantin, akan diberi makan
nasi empat warna yakni, hitam, putih, kuning dan merah yang dibuat dalam tumpeng kecil-kecil. Empat tumpeng nasi warna-warni yang di dalamnya berisi telur utuh ini masing-masing diambil sedikit untuk dimakan
.

Ritual ini dilakukan agar calon pengantin mampu mengarungi bahtera hidup membina rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dengan berlandaskan pada keikhlasan




No comments:

Post a Comment