Monday, March 14, 2016

PESTA PONAN

Upacara Pesta Ponan ialah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Petani Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa Besar. Upacara ini juga dinamakan upacara Lalo ko Ponan. Lalo artinya berziarah, sedangkan Ponan menunjuk sebuah bukit (tanah tanpa nama) yang ditumbuhi pohon mangga (bahasa daerah po=mangga, nan = itu) sehingga arti  Lalo Ko Ponan berarti berziarah ke Bukit Ponan. Bukit Ponan yang dikelilingi oleh tiga dusun tersebut, menjadi pusat pelaksanaan pesta ponan ini. Upacara ini dilakukan setelah semua warga selesai menanam padi, kemudian warga desa mempersiapkan segala keperluan yang akan digunakan dalam Upacara Pesta Ponan ini. Seperti mempersiapkan keperluan membuat jajan/makanan kecil. Semua warga desa terlibat dalam Upacara Pesta Ponan ini, mulai dari anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak. Anak laki-laki dan bapak-bapak biasanya mulai mencari kayu bakar, memetik kelapa, memetik buah pisang dan mengambil daun bambu,kelapa dan daun pisang. Untuk anak perempuan dan ibu-ibu biasanya menghabiskan waktu di senikan (dapur). Jajanan yang disajikan dalam Upacara Pesta Ponan ini yaitu lepat, petikal (jajanan yang terbuat dari beras ketan), batar orong, onde tepok, kiping (jajanan yang terbuat dari ketan) dan dange serta serapat, topat (jajanan yang terbuat dari beras).

Warga dusun adat datang membawa berbagai makanan dan kue yang bahan bakunya berasal dari hasil pertanian ataupun perkebunan mereka. Kemudian Jajan/makanan kecil tersebut ditempatkan pada balai-balai kecil (beruga) yang terdapat di komplek makam tersebut. Jajan/makanan kecil itu disusun rapi agar mudah dibagikan kepada pengunjung.

Uniknya, Jajan/makanan kecil tersebut harus dimasak dengan cara direbus. Tidak boleh Jajan/makanan kecil yang digoreng dengan minyak atau makanan yang dibeli di toko. Dengan kepercayaan bahwa uap dari rebusan Jajan/makanan kecil tadi akan menguap ke langit dan berubah menjadi air hujan yang menyuburkan pertanian mereka.






Warga desa dan pengunjung mulai berdatangan untuk mengikuti dan menyaksikan Pesta Ponan

 
 

Area persawahan yang telah ditumbuhi padi-padi muda, dengan harapan di acara Pesta Ponan ini mendapat kesuburan dan hasil panen yang berlimpah serta keberkahan.






Salah satu dari tujuan diadakannya Pesta Ponan ini adalah untuk memberikan kesempatan untuk reksreasi dan membantu ekonomi warga/penduduk desa setempat

   
Ibu-ibu berdatangan mengantar jajanan/makanan kecil atau "tepong yang telah di buat untuk disajikan atau dibagikan kepada semua orang yang mengikuti Pesta Ponan tersebut.


Salah Seorang Tokoh dan juga seorang dosen yang konsentrasinya untuk memajukan kebudayaan Samawa atau Tau Samawa
 
 
Pesta Ponan ini sebagai sarana permintaan hujan kepada Allah SWT dan agar diberi kemudahan rejeki dengan hasil panen yang bagus serta dijauhkan oleh segala hama tanaman dalam mereka bertani baik di sawah maupun di ladang.


Wakil Bupati Sumbawa dan Istri pun ikut meriahkan acara Pesta Ponan tersebut.

Warga mulai membagikan jajanan/makanan kecil atau "tepong" semua orang yang mengikuti Pesta Ponan

Ekspresi kegembiraan seorang Ibu yang ikut membuat jajanan/makanan kecil atau "tepong" dalam istilah "Tau Samawa".

Setelah doa dan ritual dilakukan, jajanan tersebut dibagikan lagi kepada semua warga desa atau pengunjung yang datang. Orang yang menerima jajanan tersebut dipercayai akan mendapatkan berkah.

Warga laki-laki yang mendengar kisah-kisah leluhur serta sambutan-sambutan dari pemangku kepentingan yang ada.



Warga yang telah menerima jajanan/makanan kecil atau "tepong".

Warga Desa dan Pengunjung yang telah menyaksikan Pesta Ponan, Beriringan pulang melewati persawahan dengan membawa perasaan senang dan gembira. 


Antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai penjuru Tana Samawa (Pulau Sumbawa) ingin menyaksikan langsung puncak perayaan Pesta Ponan tahun ini. Suasana bukit Ponan yang biasanya sunyi, menjadi semarak.

1 comment:


  1. I read this article fully regarding the resemblance of latest and earlier technologies, it's amazing article. yahoo mail sign in

    ReplyDelete