Monday, March 7, 2016

Abah Iket

Saya sendiri heran, dulu saya bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, sekitar tahun 1980an lah. Walau pendapatan saya besar, tapi tidak pernah bisa terkumpul cukup uang untuk membeli rumah. Bertahun tahun ya begitu saja, ngontrak terus. Sampai kadang kadang uang untuk bayar kontrakan pun tak ada. Jadi pendapatan besar itu kemana saja?
Teu barokah meureun nya?

Lalu saya akhirnya banting setir menjadi penjual asesoris kebudayaan Sunda, sudah sekitar 7 tahunan ini. Dan di sinilah baru saya merasakan rejeki saya mulai bisa terkumpul dan saya tidak pernah lagi menunggak kontrakan. Hidup cukup lah walau belum lebih.

Saya berharap dalam waktu dekat bisa membeli rumah, biar gak usah ngontrak ngontrak lagi lah. Deg degan saban waktu dekat bayarannya.

No comments:

Post a Comment