Monday, March 7, 2016

Franky Renato




Kenapa Sumbawa?
Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada saya. Jawaban saya sebenarnya mudah, "Kenapa tidak?"
Saya lulus dari pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di sebuah Universitas Negri di Surabaya beberapa bulan yang lalu dan saya ingin mendedikasikan diri dengan mengabdi di tempat yang sangat membutuhkan keahlian saya.

Sumbawa sudah terlalu lama tidak memiliki Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
Dokter terakhir yang mengabdi di sini pindah ke Lombok Utara di tahun 2014.

Awalnya sayapun ragu, saya harus meninggalkan Ibunda saya di Surabaya padahal beliau juga kesehatannya tidak prima karena mengidap salah satu jenis Kanker Darah yang langka.
Tapi beliau sangat supportive dan saat ini beliau tinggal dengan Adik saya sehingga saya bisa tenang memberikan pelayanan kesehatan pada Masyarakat Pulau Sumbawa, tepatnya di Kota Sumbawa Besar.

Ketika datang pertama kali, saya terkejut. Sumbawa sungguh sangat berbeda dengan Surabaya atau kota besar lainnya di Indonesia. Sempat gegar budaya, tapi saya dengan cepat pun menjadi jatuh cinta pada Pulau ini.
Selain tak terlalu jauh dari Surabaya secara geografis, karakteristik landscapenya pun sangat indah dan sangat memuaskan dahaga bagi saya yang juga hobby traveling.

Saat ini, saya rasanya sudah terlalu betah di Sumbawa, belum terbayang sama sekali untuk mencoba daerah lain di Indonesia.

Sebagai satu satunya Internist di Sumbawa Besar, saya merasa kehadiran saya jadi berarti.
Ibaratnya sebuah pulpen di dalam kotak, apabila pulpennnya lebih dari satu, tentunya orang akan 'take it for granted', apresiasi kita saat memiliki pilihan itu tak sebesar pada saat kita menjadi pilihan satu satunya.

Di Sumbawa, saya merasa manfaat saya jauh lebih banyak daripada apabila saya berpraktek di tempat yang banyak pilihan Spesialisnya.
Saya merasa dibutuhkan di sini dan saya bahagia bisa menolong masyarakat yang membutuhkan saya.




No comments:

Post a Comment